Skip to content

SERVICE MESIN PENDINGIN

September 21, 2010

SERVICE MESIN PENDINGIN KONVENSIONAL

Pengeluaran refrigeran dari dalam sistem

Sebelum melakukan tindakan servis terhadap mesin refrigerasi biasanya refrigeran di dalam sistem terlebih dahulu harus dikeluarkan. Selama ini para teknisi mengeluarkan refrigeran dari dalam sistem dan melepaskan refrigeran tersebut ke udara luar (atmosfer). Bila refrigeran yang dilepaskan tersebut mengandung unsur chlor seperti refrigeran R-11, R-12 dan R-22 maka akan menyebabkan terjadinya penipisan lapisan ozon.
Baca selanjutnya…

PERALATAN SERVIS DAN RETROFIT MESIN PENDINGIN

September 21, 2010

DEFINISI


Servis : Tindakan perawatan atau perbaikan yang menyebabkan refrigeran harus dikeluarkan dari dalam sistem.

Retrofit : tindakan konversi atau penggantian refrigeran CFC dengan refrigeran baru (yang bebas khlor dan tidak merusak lingkungan)

Recovery adalah proses pemindahan refrigeran dari dalam suatu sistem refrigerasi ke dalam suatu tabung/tangki penampung.

Recycle / daur ulang adalah proses peningkatan kemurnian refrigeran bekas dengan peralatan khusus, melalui proses fisika dengan jalan penyaringan dan pemisahan minyak pelumas dan gas yang tidak dapat mengembun (non-condensable gas) untuk digunakan kembali.
Retrofit : tindakan konversi atau penggantian refrigeran CFC dengan refrigeran baru (yang bebas khlor dan tidak merusak lingkungan)

Baca selanjutnya…

Pengecoran Elektromagnit

Oktober 16, 2009

Pengecoran elektromagnit adalah salah satu bentuk dari penuangan otomatik. Pengecoran elektromagnit ini menerapkan gaya elektromagnit untuk menarik cairan logam dengan menggunakan arus medan elektromagnit yang ditimbulkan oleh induktor. Peralatan dasar dari pengecoran elektromagnit ini terdiri dari sistem pengatur tuangan, sistem pendingin, tanur pelebur, tanur penyimpang dan lain-lain; sebagaimana ditunjukkan pada gambar berikut :
Baca selanjutnya…

PROSES PERLAKUAN PANAS PADA BAJA

Mei 28, 2009

(SDT HMZH)

Proses perlakuan panas adalah suatu proses mengubah sifat logam dengan cara mengubah struktur mikro melalui proses pemanasan dan pengaturan kecepatan pendinginan dengan atau tanpa merubah komposisi kimia logam yang bersangkutan. Tujuan proses perlakuan panas untuk menghasilkan sifat-sifat logam yang diinginkan. Perubahan sifat logam akibat proses perlakuan panas dapat mencakup keseluruhan bagian dari logam atau sebagian dari logam.
Baca selanjutnya…

APLIKASI TEKNOLOGI CNC

Mei 24, 2009

Aplikasi dari teknologi CNC banyak ditemukan di industri – industri manufaktur / produksi seperti pemotongan logam, pengelasan, Electrical Discharge Machine (EDM), Wire Cutting, Pengerjaan kayu, mesin bubut, mesin frais, mesin gerinda, dan lain sebagainya maupun industri non pemotongan logam, seperti mesin pres (pons), robot, dsb.
Machining
Turning ~ Lathes, Turning Centre , Milling ~ Machining Centres
Forming
2D (Plasma and Laser Cutting, Blanking, nibbling and punching)
3D (Rapid Prototyping)
Baca selanjutnya…

PERKEMBANGAN MESIN (TEKNOLOGI) CNC

Mei 24, 2009

Kontrol numerik pertama kali di Amerika Serikat oleh John T. Pearson yang bekerja sama dengan Massachussetts Institute of Teknologi (MIT) sekitar awal tahun 50-an. Pearson menggunakan pita berlubang yang berisikan data koordinat posisi untuk mengontrol gerakan alat potong “relatif” terhadap benda kerja pada sebuah mesin perkakas (mesin milling) konvensional, yang dilengkapi dengan motor servo di ketiga sumbu utamanya, yang kemudian dipercaya sebagai ‘prototype’ mesin NC yang pertama.
Baca selanjutnya…

TEKNOLOGI PERENCANAAN PROSES

Mei 24, 2009

Definisi
American Society of Mechanical Engineers (ASME) mendefinisikan teknologi perencanaan proses (TPP) sebagai berikut :
“…………………sytematic determination of the methods by which a product is to be manufaktured economically and competitively “
Dalam TPP, seorang perencana proses (process Planner) akan mempelajari gambar kerja untuk selanjutnya diketahui apakah benda/komponen yang ada dalam gambar kerja tersebut telah dibuat atau belum (atau mirip). Jika ternyata komponen tadi telah pernah dibuat atau mirip, maka untuk mempermudah dalam merencanakan proses pengerjaannya bisa digunakan data atau informasi yang telah ada (dibuat). Namun jika ternyata komponen tadi belum pernah dibuat, maka perencana proses harus mempersiapkan seluruh data dan melengkapi format (manuscript) yang diperlukan seperti: urutan proses, mesin yang digunakan, cara pencekaman, alat potong yang digunakan, lembar program dan lain sebagainya
Baca selanjutnya…